Syarat Dokumen Mengurus Paspor Balita

55

Tiga tahun setelah menikah, suami dan aku belum merencanakan traveling bersama anak-anak. Walaupun dua tahun belakangan ini suami sering mendapatkan trip karena kinerja yang baik di kantornya, namun tidak ada dari trip tersebut yang boleh menyertakan keluarga.

Setiap kali suami berbagi foto travelnya, memang sih agak baper, kapan ya aku traveling lagi. Kadang aku suka rindu suasana asing, di tempat yang baru dan berbicara dengan orang-orang dengan bahasa Inggris atau mempraktikkan bahasa lokal dengan terbata-bata. Mengunjungi destinasi populer di negara lain memang menyenangkan, tapi beradaptasi dengan segala keasingan itulah hiburan yang sebenarnya buatku.

Dan, Allah mendengar doa hambanya yang sabar. Dua minggu yang lalu suami mengabari kalau dia dapat trip lagi dan kali ini boleh menyertakan keluarga. Hooray! Dan kali ini ke negara para Oppa: Korea Selatan.

Dua bulan sebelum keberangkatan aku mulai melakukan riset untuk membuat passpor anak-anak. Mungkin kedengaran agak lebay, tapi aku terbiasa meriset segala sesuatunya sebelum melakukan eksekusi. Dengan melakukan riset di awal tentang syarat dokumen, jam operasional kantor imigrasi, dan hal-hal yang harus diantisipasi, aku jadi punya persiapan ekstra untuk memastikan tidak ada adegan bolak-balik mengurus dokumen yang terlupa atau karena ketidaktahuan.

If you fail to plan, you plan your failure

Benjamin Franklin

Penting aku kasih tahu dulu bahwa aku membuat paspor anak-anakku di kota Banjarbaru (Kalimantan Selatan), karena kebetulan kami berdomisili di sini sekarang.

Syarat Dokumen Mengurus Paspor Balita

  1. KTP Orang tua asli dan fotokopi (1x)
  2. Paspor Orang tua asli dan fotokopi (1x)
  3. Buku Nikah Orang tua asli dan fotokopi (1x)
  4. KK asli dan fotokopi (1x)
  5. Surat kuasa jika salah satu orang tua tidak bisa hadir (artinya minimal ada satu yang hadir), dan surat tsb ditandatangani oleh kedua orang tua di atas materai Rp6.000.
  6. Surat keterangan domisili sementara karena kami membuat paspor anak di Banjarbaru, tempat yang berbeda dengan pencatatan sipil (KTP dan KK) kami yang tercatat di Pekanbaru. Untuk membuat surat ini, kamu bisa mencari informasi selebihnya ke kantor Dukcapil tempat kamu berdomisili

Kesan terhadap Kantor Imigrasi Kelas 1 Banjarmasin, Banjarbaru

Setiba di kantor imigrasi, aku sangat senang dengan kepekaan dan kepedulian staf kantor akan warga negaranya yang balita. Tidak seperti kantor imigrasi lain yang pernah aku kunjungi, hanya di kantor imigrasi Banjarmasin terdapat ruang laktasi, ruang baca atau perpustakaan mini, tempat playground anak, dan merupakan kejutan ketika melihat tempat foto anak pun disediakan mobil-mobilan dengan latar belakang putih.

Tempat foto paspor anak-anak

Hasil risetku sebelumnya yang aku baca mengatakan bahwa mengambil foto balita untuk paspor adalah tantangan tersendiri. Jadi aku membayangkan betapa susahnya nanti menenangkan Aliv atau Alva ketika rewel melihat om-om dengan wajah asing di sana.

Playground anak-anak

Tapi semua imajinasi itu ditelan oleh kenyataan yang jauh berbeda. Setiba di kantor imigrasi, Aliv dengan antusias langsung meraih mobil-mobilan dan ingin naik ke atasnya. Tanpa diajari pun, ia menekan tombol-tombol di setir mobil yang menghasilkan nyanyian khas anak-anak. Demikian juga dengan Alva, mereka juga asik ketika bermain bola dan perosotan di tempat playground. Tidak ada rengekan, tangisan, teriakan, tidak ada rewel sama sekali! Dan eksekusi foto paspor pun berjalan sempurna.

Well done kids! Mom is proud of you!. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *