Review Mainan Shimajiro untuk Balita, Worth It Enggak?

56

Okay aku mulai saja dengan fakta yang umum bahwa anak-anak memang belajar lewat bermain. Semua orang tua setuju ya? Fakta itu pula yang dijadikan semboyan oleh Shimajiro untuk menjual bisnis mereka, yaitu mainan anak-anak yang berkonsep. Dimana setiap mainan berbeda akan dikirim setiap bulan selama setahun sesuai dengan usia anak tersebut.

Hm kedengarannya sempurna sekali ya ide tersebut. Aku pun berfikir demikian, maka setelah melihat beberapa kali iklan mereka baik di talkshow parenting, ataupun sosial media, aku mantabkan untuk berlangganan satu tahun penuh dengan metode cicilan bulanan tanpa kartu kredit (biar aku bisa sisihkan dari nafkah suami setiap bulannya). Iya, aku korban iklan.

Review Mainan Shimajiro Selama Setahun

Sebelumnya perlu aku beri tahu dulu, karena saat akan mulai berlangganan Aliv sedang jalan 2 tahun maka aku daftarkan untuk berlangganan mainan usia 2 tahun. Lalu selama 2 tahun itu apa saja mainannya?

Berikut aku data beberapa permainannya, tapi enggak urut ya:

Kerincing-kerincing berwarna merah 2 pcs.

Mainan ini dilengkapi dengan CD yang berisi anak kecil yang sedang berjoget dengan kerincing tersebut di tangan kanan dan kiri. Saat melihat mainan ini, Aliv hanya memainkannya sebentar saja, yaitu selama kurang dari 1 menit. Menurutku mainan ini terlalu sederhana, hanya menghasilkan suara kerincing. Di dalam CDnya memang ada video anak kecil yang sedang berjoget sambil memainkan kerincing tersebut. Tapi masalahnya, Aliv belum paham berjoget. Jadi melihat CDnya pun tidak membawa pengaruh apapun.

Teflon mainan, 2 piring kecil, spatula, dan miniatur potongan makanan.

Semacam untuk bermain masak-masakan. Aliv cukup senang dengan mainan ini, kebetulan Aliv senang makan dan sering aku biarkan dia memainkan sendok dan piringnya, jadi mainannya cukup relatable. Ditambah suara masak yang dihasilkan saat tombolnya dipencet, jadi cukup menarik. Dia senang dan sangat menikmati setiap memindahkan potongan makanan dari teflon ke piring menggunakan spatula.

3 Pcs orang-orangan yang berbeda warna dan berbeda ukuran, dan dapat disambung-pisah bagian atas dan bawah tubuhnya.

Aku bingung menjelaskan mainan ini dengan kata-kata, intinya sih lepas pasang. Ada warna kuning (paling kecil), biru (sedang), dan merah (paling besar). Sepertinya mainan ini untuk mengajarkan warna sekaligus ukuran dalam matematika sedini mungkin pada anak-anak. Aliv juga menikmati mainan ini, terutama di bagian membongkar (melepas bagian), lalu memasang lagi. Dan kuperhatikan, Alva si adik yang sekarang berusia setahun juga menyukainya.

Balok yang bisa disambung dan dicopot untuk dibentuk berbagai macam benda. Semacam lego.

Ini salah satu mainan yang paling sia-sia. Aliv sama sekali belum paham memainkannya, dan hanya menjadi objek lemparan. Tapi ini cukup membantuku mengajarkan warna pada Aliv, karena baloknya berwarna-warni.

Mainan musik yang jika ditekan tombolnya akan keluar nyanyian dengan lirik ajakan untuk si anak mulai menggunakan toilet.

Ini juga, mainan yang nyaris sia-sia. Dengan usia mendekati 2 tahun, tentu saja mainan ini belum banyak berguna. Anak usia 2 tahun masih sedang belajar berbicara. Memahami lirik sebuah lagu adalah level berikutnya.

Bagaimana dengan Kualitas Mainan Shimajiro?

Untuk kualitas mainan, aku harus akui sangat baik. Mainan dibuat sedemikian rupa agar tidak mudah rusak, tahan banting, dan terbuat dari material yang aman untuk anak-anak (tidak ada pinggiran yang runcing, tidak luntur warna atau seratnya, dll.).

Dan satu hal yang positif tentang mainan ini adalah, walaupun berasal dari Jepang, tapi semua materialnya semaksimal mungkin telah dilokalisasikan untuk pasar Indonesia. Artinya banyak dari gambar di buku, lagu, dan bahasa sesuai dengan pasar Indonesia.

Jadi, Mainan Shimajiro Worth It Enggak?

Mainan yang aku tulis di atas hanya beberapa saja, tentunya ada banyak lagi sisanya. Walaupun beberapa mainan cukup baik untuk merangsang rasa ingin tahu dan dapat dinikmati oleh Aliv dan Alva, namun secara umum aku tidak akan merekomendasikan mainan berkonsep seperti ini kepada para orang tua.

Jujur saja aku agak kapok membelikan berbagai macam mainan secara bebas (atau yang berkonsep) untuk Aliv atau Alva. Pada akhirnya apa yang menarik dan merangsang pengetahuan anak-anak bukanlah pada berbagai macam mainan mahal yang kita belikan. Kamu tidak percaya? Coba saja berikan 2 benda kepada anak balitamu, misal yang satunya adalah mainannya, dan satu lagi kunci mobil. Aku berani taruhan dia akan mengambil kunci mobil.

Jika memiliki kelebihan dana untuk kebutuhan anak-anak, aku lebih memilih menyisihkannya untuk membeli buku tentang parenting, menurutku itu lebih bermanfaat selama buku-buku tersebut dibaca dan diterapkan ilmunya ya.

Ada satu gagasan menarik tentang permainan anak-anak yang lebih aku sukai dan lebih sesuai kebutuhan mereka, aku akan menulisnya di kesempatan lain dengan judul: Cara Memilihkan Mainan untuk Anak. Kamu bisa cek lagi blogku di lain waktu atau bisa cari artikelnya di kolom “Search” di blog ini.

Thanks for reading, parents!. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *