Hello world! I’m a mother.

Menjadi ibu dan punya dua anak laki-laki bukan sesuatu yang aku bayangkan ketika masih remaja (hello, siapa juga yang sudah mikirin punya anak waktu masih remaja).

OK, I mean three years ago I was in China working in a giant-tech company and I really thought that I would have spent my entire life traveling and wandering the world as a single nomad. But life has surprises! And it turns out to be a very nice one. Well-done life!

Saat aku mulai membuat blog ini, Aliv si kakak berusia 2 tahun dan Alva si adik berusia 1 tahun. Jarak mereka hanya berselang setahun karena 3 bulan setelah melahirkan Aliv, aku menunda-nunda menggunakan kontrasepsi dan boom! Another surprise! Welcome to the world baby Alva 🙂

https://www.instagram.com/p/BcH4nBIgMj0/
Aliv: the big brother.

Kehidupan saat hanya menjadi istri, dan setelah menjadi ibu adalah dua hal yang sangat berbeda. Perbedaan itu langsung terasa sesaat setelah melahirkan. Pengorbanan perdana menjadi seorang ibu adalah mengacuhkan rasa sakit setelah melahirkan karena itu semua tidak lebih penting dari makhluk mungil yang harus segera didekap, diberi ASI, diberi rasa aman dan nyaman. Dua atau tiga hari di RS paska melahirkan adalah hari-hari yang sangat membantu karena perawat masih turun tangan mengurus si makhluk mungil itu. Tapi ketika sudah diperbolehkan pulang membawa si kecil ke rumah, the challenge begins.

https://www.instagram.com/p/BqTfaPVF1SK/
Alva: the little brother.

Sebulan atau dua bulan pertama menjadi ibu adalah hal yang penuh dengan kelelahan. Fisik yang belum fit sepenuhnya, jahitan di Miss V yang belum kering, payudara yang membengkak karena mulai menampung ASI yang belum terkendali jumlahnya, dan tentu saja bergadang rutin setiap malam. Belum lagi, si mama yang sibuk mengingatkan aku untuk selalu minum jamu dan menggunakan masker herbal menambah jumlah pekerjaan yang harus dikerjakan, dan ya pakai stagen! Astaga, secara medis itu sebenarnya boleh enggak sih perut dihimpit sampai sesak begitu? Biar apa? Biar kembali langsing seperti sebelum melahirkan, biar suami tetap senang? Well, tujuan dari setiap kegiatan di bulan-bulan pertama menjadi ibu sangat sederhana yaitu bertahan hidup bersama si kecil!

Tidak ada yang lebih utama daripada memastikan si kecil terpenuhi kebutuhan dasarnya, sehat, dan bahagia. Everything else is secondary. What do you think, moms?

One thought on “Hello world! I’m a mother.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *