Cara Memilihkan Mainan untuk Anak Balita

57

Kita sebagai orang tua pasti pernah merogoh saku untuk membelikan mainan anak dengan penuh pertimbangan. Apalagi jika anak tersebut masih berusia batita, yang artinya mereka belum paham meminta mainan tertentu. Jadilah kita berfikir “hmm beli enggak ya, si anak bakal suka dan bisa mainin enggak ya?”

That’s what I feel most of the time every time I am about to buy a new toy for Aliv. Seringnya sih aku memang membelikan mainan Aliv, karena Alva biasanya main dari mainan warisan kakaknya. Well, a perk of having boys whose ages area year apart.

Seperti kebanyakan orang tua baru pada umumnya, yang inginnya anak cepat pintar dan cerdas, aku pun suka membelikan Aliv mainan yang mengarah pada pelatihan kognitifnya. Tapi tebak, Aliv sama sekali tidak memainkannya. Dibelikan balok buat dilempar. Begitu juga dengan bongkar pasang lego, dan mainan-mainan lain yang aku pikir akan baik untuk perkembangan mental untuk Aliv.

Setelah membaca beberapa artikel parenting, aku sampai pada kesimpulan: aku belum paham Aliv sepenuhnya. Aku belum paham apa yang ia sukai dan bagaimana mewadahi kesukaannya melalui permainan-permainan yang mendukung.

Memahami Perilaku Anak

Setelah merenungi perilaku-perilaku Aliv beberapa bulan terakhir, aku mendapati bahwa Aliv sangat senang berada di udara terbuka, senang bermain dengan hal-hal yang langsung melibatkan alam sekitar, dan sangat senang bergerak.

https://www.instagram.com/p/BzHS7ukBLxZ/?utm_source=ig_web_copy_link
Aliv likes to play with water, who doesn’t?

Jika berada di dalam kamar, ia akan cepat bosan dan ingin keluar. Ketika bermain di luar ruangan, Aliv senang mencari ayam, kucing, juga mengamati semut-semut yang berjalan berbaris di tembok. Selain itu, mainan favorit Aliv adalah mengambil batu-batu hias di taman, lalu melemparnya (ini salah satu aktifitasnya yang aku tidak suka, namun aku tidak melarangnya, karena aku belum tahu apa yang sedang ia pikirkan tentang hal itu. Aku tidak tahu apakah gerangan yang sedang ia latih).

Bijak Memilihkan Mainan untuk Anak

Setelah memahami fakta-fakta tersebut, aku mulai mengubah caraku memilihkan mainan untuk Aliv. Sekarang aku lebih suka mengajak Aliv jalan-jalan pagi atau sore dan berhenti mengamati sesuatu dalam perjalanan ketika melihat ia memiliki minat akan hal itu.

Di lain kesempatan, jika siang hari dan terik tentu saja berjalan bukan hal yang menyenangkan, jadi biasanya aku membiarkan ia bermain menuangkan air dari satu wadah ke wadah lainnya di teras rumah. Atau memberikan ia sekop kecil untuk memindahkan tanah dari satu pot ke pot lainnya. Aku senang karena Aliv bisa fokus dan menikmati sekali permainannya. Ngomong-ngomong, dengan ini aku juga menemukan cara meningkatkan rentang konsentrasi Aliv.

Ternyata sangat penting memahami minat dan lingkungan yang anak sukai untuk memilihkan mainan yang tepat untuknya.

Aliv & Alva

Sejak detik itu aku memaknai mainan yang tepat untuk anak adalah mainan yang bisa ia nikmati dengan rentang waktu konsentrasi yang lama. Tidak masalah hal apa yang terasah, apakah motorik halusnya atau motorik kasarnya, atau lain-lain. Karena berdasarkan beberapa buku yang aku baca, setiap anak punya waktu yang berbeda melatih dan mengembangkan potensinya. Tidak heran jika kita melihat anak A sudah bisa mensortir benda namun belum bisa berbicara, sementara anak B sudah bisa melakukan sebaliknya.

https://www.instagram.com/p/BwrUbVgBLPD/?utm_source=ig_web_copy_link
Aliv likes to play in the open-air.

Justru hal tersebut bisa menjadi informasi bagi kita orang tua tentang apa yang menjadi kelebihan si anak. Seperti Aliv misalnya, dengan beberapa aktifitas yang sangat mudah ia lakukan sementara anak lain belum bisa, aku mulai menduga beberapa kelebihan yang ia miliki dan akan aku asah untuk bisa maksimal. Sementara hal yang belum bisa ia lakukan untuk anak seusianya, akan tetap aku latih namun tidak aku paksakan, aku percaya ada saatnya Aliv akan bisa hal tersebut. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *